Langsung ke konten utama


PEMANFAATAN  EKSTRAK  DAUN SIRIH  SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF ALAMI YANG RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MEMBASMI JENTIK NYAMUK


OLEH :
KADEK HARIPRIYA DEWI
PUTU KARISMA ERSI ERSINTA

SMPN 4 DENPASAR
KOTA DENPASAR

TAHUN 2013

PEMERINTAH KOTA DENPASAR
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMPN ) 4 DENPASAR

Jalan Gunung Agung Denpasar, Telp/Fax : (0361) 422486








 
                                                                                                                                                       

LEMBAR PENGESAHAN


Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirih sebagai Bahan Alternatif yang Ramah Lingkungan untuk Membasmi Jentik Nyamuk

Oleh
Kadek Haripriya Dewi
Putu Karisma Ersi Ersinta









Mengetahui

Kepala SMP N 4 Denpasar



Drs. I Wayan Dhania, M.Pd
NIP. 19591231 198503 1 233
 
Denpasar, 7 Maret 2013

Pembimbing
KIR SMP Negeri 4 Denpasar


Ni Luh Arick Istriyanti
 
 



                                                                                   


                                                                                                                                                                                                NIP. 19591231

KATA PENGANTAR
Berkat berkah dan rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dengan dukungan dari guru pembimbing, orang tua dan teman- teman, maka terciptalah sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul Pemanfaatan  Ekstrak Daun Pepaya Sebagai Bahan Alternatif Ramah Lingkungan Dalam Membasmi Jentik Nyamuk.
Penulis menyadari karya tulis ini tidak sepenuhnya sempurna karena pengetahuan yang penulis miliki masih terbatas. Namun rasa bangga masih penulis rasakan karena telah berhasil menyelesaikan Karya tulis ilmiah ini dengan kemampuan yang penulis miliki.
Di kesempatan yang baik ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini dalam waktu yang sudah di tetapkan dan ketentuan yang sudah berlaku. Disamping itu semua, penulis mengharapkan karya tulis ilmiah yang telah dibuat ini diberikan kritik dan saran yang sehat sehingga memotivasi penulis dalam membuat karya tulis ilmiah.
Demikian sepatah kata yang dapat penulis sampaikan, dan jika ada kesalahan yang tersirat maupun tersurat mohon dimaafkan. Atas perhatiannya penulis mengucapkan terimakasih.
                                                                       
                                   
                                                                                    Denpasar, 7 Maret 2013
                                                                                               
Penulis
                                                                       
 ABSTRAKSI

Pemanfaatan  ekstrak  daun sirih  sebagai bahan alternatif alami yang ramah lingkungan untuk membasmi jentik nyamuk

Kadek Haripriya Dewi & Putu Karisma Ersi Ersinta

Dimusim penghujan perlu diwaspadai karena nyamuk dewasa menetaskan telurnya menjadi jentik-jentik nyamuk. Keberadaan jentik nyamuk yang  berkembang menjadi nyamuk dewasa akan berpotensi untuk membawa virus aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. Selama ini, masyarakat menggunakan  abate untuk membasmi jentik nyamuk pada genangan-genangan air. Namun, masyarakat belum mengetahui efek samping penggunaan abate secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu dibutuhkan bahan alternatif yang ramah lingkungan serta aman untuk digunakan masyarakat dalam membasmi jentik nyamuk, yakni dengan menggunakan ekstrak daun sirih.
Penelitian ini menggunakan perbandingan konsentrasi ekstrak  daun sirih 10% dan 20%. Pengamatan dilakukan selama 30 menit untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih terhadap jentik nyamuk dan pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirih. Penelitian dilakukan di lab biologi SMP N 4 Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih berpengaruh dalam membasmi jentik nyamuk. Jentik nyamuk lebih cepat mati pada konsentrasi 20% dalam waktu 8 hingga 10 menit sehingga dapat disimpulkan penggunaan konsentrasi 20% lebih efektif untuk membasmi jentik nyamuk.

Kata kunci : Jentik Nyamuk, Ekstrak Daun Sirih, Pembasmi  Jentik Nyamuk

DAFTAR ISI
JUDUL ………………………………………………………………………………………… i
PENGESAHAN …………………………………………………………………………………. ii
ABSTRAKSI …………………………………………………………………………………… iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………............................… iv
DAFTAR ISI ………………………………………………………...........................…………. v
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang ............................................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah ........................................................................................................ 2
1.3  Tujuan Penelitian ......................................................................................................... 2
1.4  Manfaat Penelitian ....................................................................................................... 3
1.5  Batasan Masalah .......................................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................................... 4
2.1 Jentik Nyamuk ............................................................................................................. 4
2.2 Daun Sirih .................................................................................................................... 5
2.3 Ekstrak Daun Sirih ....................................................................................................... 6
2.4 Penggunaan Abate Sebagai Pembasmi Jentik Nyamuk ............................................... 6

BAB III METODE PENELITIAN ………………………………………........…….................... 7
3.1 Lokasi Penelitian ……………………………………….........…………..................... 7
3.2 Waktu Penelitian ……………………………………….................…………............. 7
3.3 Data dan Sumber Data ………………………………………..................……........... 7
3.4 Alat dan Bahan ………………………………………………..............……............... 7
3.4.1 Bahan …………………………………………………...........……............. 7
3.4.2 Alat ………………………………………………..............…….................. 7
3.5 Cara Kerja ………………………………………………………............…................ 9
3.6 Metode Analisa Data ………………………………..................…............................ 12

BAB IV PEMBAHASAN ........................................................................................................... 13
4.1 Hasil Observasi .......................................................................................................... 13
4.2 Hasil Eksperimen ....................................................................................................... 13
4.3 Pengaruh Daun Sirih Sebagai Pembasmi Jentik Nyamuk ......................................... 14
4.4 Perbedaan Konsentrasi 10% dan 20% ....................................................................... 14

BAB V PENUTUP ….................................................................................................................. 16
5.1 Simpulan ………………………………………………………................................ 16
5.2 Kritik dan Saran …………………………………………………............................. 16

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….......................... 17
LAMPIRAN 
Daftar Riwayat Hidup Pembina
Daftar Riwayat Hidup Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
 Di Indonesia musim penghujan perlu diwaspadai, karena pada musim hujan, daerah lembab dan tergenang adalah tempat dimana nyamuk dewasa menetaskan telurnya menjadi jentik-jentik. Jentik-jentik ini akan berkembangbiak hingga menjadi nyamuk dewasa, yang nantinya dapat mengakibatkan wabah demam berdarah pada masyarakat terutama bagi mereka yang tidak memperhatikan genangan- genangan air atau tidak membersihkan bak- bak air di lingkungan sekitar mereka.
 Jentik nyamuk adalah larva nyamuk yang pada umumnya apabila berkembang menjadi nyamuk dewasa akan menimbulkan masalah kesehatan seperti demam berdarah yang sampai saat ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat khususnya di perkotaan yang padat penduduk (wikipedia, 2012). Jentik nyamuk  yang nantinya berkembang menjadi nyamuk dapat mengganggu kesehatan yang dapat menimbulkan penyakit demam berdarah pada penderita yang digigitnya. Jika penyakit demam berdarah tidak diatasi dengan benar dan tidak diatasi segera akan berujung pada kematian.
Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti melakukan fogging, menerapkan 3M dan melakukan abatisasi (Ariwibowo, 2011). Pencegahan yang baik dapat dilakukan dari pembasmian jentik nyamuk yang nantinya dapat berkembang menjadi nyamuk dan dapat membawa virus aides aegypti. Keberadaan jentik nyamuk dapat banyak dilihat di perumahan padat penduduk dan digenangan- genangan air. Jentik akan tumbuh dalam jumlah yang banyak terutama pada musim penghujan.
Selama ini masyarakat khususnya di kota Denpasar membasmi jentik nyamuk menggunakan abate. Abate adalah larvasida pembasmi larva/jentik nyamuk yang telah lama dikenal oleh masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (2011), menyatakan pemakaian abate kurang efektif digunakan untuk memberantas jentik nyamuk karena mengandung efek samping yang membahayakan tubuh apabila digunakan secara berlebihan dan terus menerus. Penggunaan abate memang diperbolehkan untuk mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk di dalam sebuah tampungan air dengan dosisnya 1 gr/10 L air dan diulangi setiap 2-3 bulan sekali, tapi jika hal itu dilakukan secara berlebihan dan terus menerus akan dapat menyebabkan penyakit kanker. Selain itu abate tidak selalu dapat ditemukan di rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Maka dari itu, diperlukan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pembasmi jentik nyamuk yang ramah lingkungan, mudah didapat dan memiliki nilai ekonomis. Adapun bahan alami yang dapat digunakan adalah daun sirih yang dalam penelitian ini penulis ubah menjadi ekstrak cair.
Daun sirih merupakan daun yang mudah didapat, dan jika masyarakat mau menanam di pekarangan rumah akan dapat dengan mudah memanfaatkan daun sirih untuk membasmi jentik nyamuk. Selama ini daun sirih digunakan masyarakat untuk keperluan upacara adat, membersihkan gigi dan dapat digunakan sebagai obat herbal. Dalam daun sirih terdapat senyawa alkaloid dan juga terdapat kandungan minyak atsiri. Senyawa alkaloid adalah salah satu senyawa yang dapat sangat efektif untuk membasmi jentik nyamuk (Sukadana, 2012) dan minyak atsiri yang terdapat dalam daun sirih merupakan zat yang pahit yang tidak disukai oleh jentik nyamuk.  Berdasarkan pernyataan tersebut penulis tertarik untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun sirih untuk membasmi jentik nyamuk.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini, yaitu:
1.      Bagaimanakah pengaruh ekstrak daun sirih dalam membasmi jentik nyamuk ?
2.      Bagaimanakah perbedaan kensentrasi ekstrak daun sirih 10% dan 20% dalam membasmi jentik nyamuk ?

1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu:
1.      Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih dalam membasmi jentik nyamuk.
2.      Untuk mengetahui perbedaan konsentrasi ekstrak daun sirih 10% dan 20% dalam membasmi jentik nyamuk.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dalam penelitian ini, yaitu:
1.                   Memberikan wawasan kepada masyarakat akan bahaya penggunaan bubuk abate secara berlebihan dan terus menerus.
2.                   Memberikan wawasan kepada masyarakat akan kegunaan daun sirih sebagai bahan alternatif untuk  membasmi jentik-jentik nyamuk.
1.5 Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini, yaitu :
  1. Penggunaan ekstrak daun sirih sebagai bahan alternatif yang ramah lingkungan untuk membasmi jentik nyamuk.
  2. Ekstrak daun sirih dengan  konsentrasi 10% dan 20%.


                                                        BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Jentik Nyamuk
Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup, yakni : telur, larva, pupa, hingga nyamuk dewasa. Jentik nyamuk merupakan tahap kedua dari siklus hidup yang sebelumnya didahului oleh telur. Telur-telur nyamuk akan dierami oleh induknya dalam bentuk suatu rakit yang biasanya terdiri kurang lebih dari 300 telur. Setelah itu, telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu yang hampir sama dan berubah menjadi larva. Larva yang kita kenal sebagai jentik-jentik dalam waktu 5 hari akan berubah menjadi pupa. Setelah 2 hari, pupa akan berubah menjadi nyamuk dewasa, lalu perlahan nyamuk akan muncul keluar ke permukaan air dan dalam 5 menit ia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar air.
Nyamuk dewasa adalah tahap akhir dari siklus hidup nyamuk. Dimana nyamuk perlu diwaspadai kehadirannya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satunya adalah demam berdarah. Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang ditularkan melalui peredaran darah oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk dewasa tentu tidak hanya membawa wabah penyakit demam berdarah. Nyamuk juga berpotensi menyebabkan penyakit lain, seperti : malaria, chikungunya, filariasis, dan encepalitis.
Ciri-ciri jentik nyamuk demam berdarah, yaitu :
1.      Bentuk siphon besar dan pendek yang terdapat pada abdomen terakhir.
2.      Bentuk comb seperti sisir.
3.      Pada bagian thoraks terdapat stroot spine.
Adapun ciri-ciri nyamuk demam berdarah, yaitu :
1.      Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna hitam.
2.      Menyebabkan penyakit DBD.
3.      Penyebaran penyakitnya pada waktu pagi dan sore.
4.      Hidup di air bersih, seperti kaleng-kaleng yang menampung air hujan.
Adapun klasifikasi nyamuk demam berdarah, yaitu :
Kingdom : Animalia
Filum : Invertebrata
Kelas : Insecta
Ordo : Dipera
Famili : Culicidae
Subfamili : Culicinae
Genus : Aedes
Subgenus: Stegomiya
Spesies : Aedes aegypt
i
2.2 Daun Sirih
Sebagai masyarakat Indonesia pasti mengenal daun sirih. Bau sepatnya yang khas menjadi pertanda kehadiran daun yang satu ini. Biasanya daun sirih digunakan untuk mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita. Ini karena sirih mengandung zat antiseptic yang mampu membunuh kuman.
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat pada pohon lain. Tanaman sirih ini dapat tumbuh hingga ketinggian 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, dan beruas. Batang sirih merupakan tempat tumbuhnya akar. Daunnya termasuk daun tunggal yang berbentuk jantung dan berujung runcing. Daun sirih memiliki panjang sekitar 5 – 8 cm, dan lebarnya 2 – 5 cm. Daun sirih termasuk tanaman yang berbunga atau disebut Magnoliophyta. Akar tanaman sirih termasuk akar tunggang yang berwarna coklat kekuningan.
Daun sirih memiliki kandungan minyak atsiri, zat penyamak, cineole, dan senyawa alkaloid. Senyawa alkaloid inilah yang berperan penting dalam membasmi jentik-jentik nyamuk. Senyawa alkaloid ini dapat menimbulkan rasa pahit dan sepat. Rasa pahit inilah yang tidak disukai oleh jentik nyamuk. Mayoritas mengatakan bahwa nyamuk tidak menyukai hal-hal yang berbau dan berasa pahit.

Adapun klasifikasi tanaman sirih yaitu :
Kingdom:Plantae
Divisi : Magnoliophta
Ordo:   Piperales
Famili: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies: Piper betle
2.3 Ekstrak Daun Sirih
Ekstraksi  adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya pelarut organik. Dalam penelitian ini peneliti melakukan ekstraksi dengan cara yang sederhana yakni dengan menggabungkan larutan murni dari daun sirih yang sebelumnya sudah ditumbuk dengan larutan air.
Ekstrak yang dihasilkan adalah ekstrak cair dengan konsentrasi 10% dan konsentrasi 20 %. Konsentrasi 10% penulis peroleh dari 10 ml larutan murni daun sirih dengan 100 ml air dikalikan 100% sehingga memperoleh ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 10%. Sedangkan konsentrasi 20 % penulis peroleh dari 20 ml larutan murni daun sirih dengan 100 ml air dikalikan 100% sehingga memperoleh ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 20%.
Tujuan dari pembedaan konsentrasi ini adalah agar penulis dapat mengetahui bagaimana perbedaan antara konsentrasi 10% dengan 20%, sehingga penulis dapat menyimpulkan konsentrasi manakah yang lebih efektif dalam membasmi jentik nyamuk.
2.4 Penggunaan Abate Sebagai Pembasmi Jentik Nyamuk
Dewasa ini, masyarakat menggunakan abate sebagai pembasmi jentik nyamuk. Namun abate ini tidak selalu bisa didapatkan oleh seluruh warga. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Jawa Tengah (2011) menyatakan bahwa, abate juga mengandung bahan-bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan, terutama air. Air tempat hidup jentik nyamuk yang apabila mengalir ke sungai akan mencemari lingkungannya dan dapat merusak ekosistem air sungai.
Abate memang diperbolehkan untuk digunakan dalam membasmi jentik nyamuk. Namun, masyarakat belum mengetahui betul akan dosis yang diwajarkan dalam penggunaannya. Penggunaan abate yang aman yaitu dengan dosis 1gr/10 L air dengan anjuran menggunakannya setiap 2-3 bulan sekali. Permasalahannya ada pada penggunaan abate yang terlalu sering. Bila abate digunakan secara berlebihan dan terlalu sering, dan kemudian air yang telah dicampurkan dengan abate itu digunakan dalam rutinitas sehari-hari seperi mandi dan memasak maka kandungan kimia yang ada diabate akan masuk ditubuh dan bila dalam jangka yang terlalu sering menggunakan air bekas abate untuk mandi atau memasak, hal ini dapat memicu perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh (Liputan 6, 2011). Maka dari itu, diperlukan adanya bahan alternatif alami yang dapat membasmi jentik-jentik nyamuk dan juga ramah lingkungan selain penggunakan bubuk abate.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan di sekitar lingkungan SMP NEGERI 4 Denpasar, serta di ruangan laboratorium.
3.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan pada tanggal 5 Maret 2013 – 7 Maret 2013, yaitu selama 3 hari.
3.3 Data dan Sumber Data
Data dan sumber data diperoleh melalui data primer dan data sekunder.
Data primer : data yang diperoleh melalui observasi atau pengamatan.
Data sekunder : data yang diperoleh melalui studi kepustakaan.
3.4 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang diperlukan penulis dalam melalukan eksperimen ini, yaitu :
3.4.1        Bahan
1.      Daun sirih
2.      Air
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRy-EOsXh0u0i9874U8PHogHJ6m8etlI0jLG5vJh2OrZh4FWEnE
3.      Jentik nyamuk

3.4.2        Alat

1.      Lumpang

2.      Gelas ukur










3.      Corong
4.      Saringan
3.5 Cara Kerja
1. Cuci daun sirih hingga bersih

2. Pisahkan daun sirih dari batangnya
3. Potong kecil-kecil daun sirih
4. Masukkan potongan daun sirih ke dalam lumpang, tumbuk hingga daun sirih mengeluarkan air.
 
5. Pisahkan air daun sirih dari ampasnya dengan menggunakan saringan.


6. Tambahkan 100ml air pada ekstrak daun sirih dengan bantuan corong.
7. Sehingga diperoleh ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 10% yang terdiri dari 10 ml ekstrak murni dengan 100ml air dan konsentrasi 20% yang terdiiri dari 20 ml ekstrak murni dengan 100 ml air.
8. Tuangkan ekstrak daun sirih 10% ke jentik-jentik nyamuk pada tempat yang pertama, dan ekstrak daun sirih 20% ke jentik-jebtik nyamuk yang kedua.
 
3.7 Metode Analisa Data
Berdasarkan hasil dari eksperimen serta studi dari website seluruh data dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif dan kualitatif atau memaparkan hasil penelitian yang diperoleh baik itu dari eksperimen maupun dari observasi.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Observasi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis disekitar lingkungan sekolah, disana terdapat banyak jentik-jentik nyamuk terutama pada genangan air di sekitar kamar mandi. Dari sana penulis ingin membasmi jentik-jentik nyamuk, namun penulis tidak ingin menggunakan bahan kimia seperti abate untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Penulis ingin menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan agar tidak membuat air tercemar.
Daun sirih menjadi pilihan penulis sebagai bahan alternatif alami untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Daun sirih memiliki kandungan senyawa alkaloid yang dapat membasmi jentik-jentik nyamuk. Selain itu, daun sirih juga mudah didapat dan tentunya tidak memiliki efek samping pada penggunaanya. Selain itu penulis juga dengan mudah mendapatkan daun sirih di lingkungan sekitar sekolah penulis. Maka dari itu, penulis ingin menggunakan daun sirih sebagai bahan alternatif alami untuk membasmi jentik nyamuk.
4.2 Hasil eksperimen
Berdasarkan eksperimen yang dilakukan penulis, diperoleh hasil sebagai berikut :
Daun sirih yang sudah ditumbuk dan diambil ekstraknya lalu ditambahkan 100 ml air akan terlihat warna coklat tua dengan aroma khas daun sirih. Ekstrak tersebut di tuangkan pada jentik-jentik nyamuk. Lalu pada menit ke 4, jentik-jentik akan mengapung pada permukaan air yang bertanda bahwa jentik-jentik tersebut sudah lemah, dan pada menit ke 6 hingga ke 15 menit  jentik-jentik tidak bergerak dan mati.
Hasil yang didapatkan bahwa jentik nyamuk mati dalam larutan daun sirih karena jentik-jentik tersebut tidak tahan dengan kondisi lingkungannya yang pahit dan sepat yang dihasilkan oleh larutan daun sirih, hingga ia mengalami keracunan alkaloid yang merupakan kandungan senyawa yang terdapat di daun sirih dan akhirnya membuat jentik nyamuk mati.

4.3 Pengaruh Daun Sirih Sebagai Pembasmi Jentik Nyamuk
Berdasarkan hasil observasi dan hasil eksperimen diatas, daun sirih terbukti dapat berpengaruh terhadap jentik nyamuk sehingga bisa digunakan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Dun sirih yang sebelumnya diolah menjadi ekstrak menghasilkan ekstrak cair, dimana penulis menggunakan konsentrasi ekstrak sebesar 10% dan 20 %. Matinya jentik nyamuk ketika dilarutkan dengan ekstrak daun sirih karena dalam daun sirih terdapat kandungan alkaloid yang bersifat pahit (Wikipedia, 2010) ..
Kandungan alkaloid daun sirih yang bersifat pahit dan sepat ini mampu melemahkan fungsi kerja organ jentik-jentik nyamuk, dan membuat jentik-jentik nyamuk akan mati. Selain kandungan alkaloid dalam daun sirih juga terdapat kandungan minyak atsiri yang membawa sifat sepat dan pedas yang biasanya tidak disukai oleh bangsa serangga Dengan cara mengambil ekstrak daun sirih lalu ditambah dengan 100 ml air, lalu tuangkan ekstrak daun sirih tersebut pada jentik-jentik nyamuk.
Penggunaan daun sirih dalam membasmi jentik nyamuk sangat mudah dilakukan dan dapat dilkaukan oleh siapapun. Pembuatannya yang mudah dan ekonomis akan menyadarkan masyarakat bahwa beberapa permasalahan kesehatan rumah tangga dapat diatasi dengan tanaman- tanaman bertuah yang ada disekitar kita.


4.4 Perbedaan Konsentrasi 10% dan 20%
Rumus konsentrasi yang penulis gunakan untuk membuat ekstrak daun sirih yaitu :
1.      Ekstrak 10% =  
2.      Ekstrak 20% =
Perbedaan konsentrasi 10% dengan 20% yakni :
1.      Pada konsentrasi 10% jentik nyamuk akan mati pada menit ke 15 hingga 20 menit
2.      Pada konsentrasi 20% jentik nyamuk akan mati pada menit ke 8 hingga ke menit 10
Maka dapat disimpulkan bahwa jentik-jentik nyamuk akan mati lebih cepat pada konsentrasi 20% dibanding pada konsentrasi 10%, karena pada konsentrasi 20% kandungan senyawa alkaloidnya lebih banyak, sehingga jentik-jentik nyamuk lebih cepat mati dibandigkan dengan konsentrasi 10%. Berdasarkan hasil tersebut ketika nanti ekstrak cair diubah dalam bentuk yang padat berupa serbuk hendaknya dapat mengggunakan konsentrasi yang lebih tinggi sehingga kandungan alkaloid yang dihasilkan pun juga tinggi.
Dari pembahasan diatas penulis dapat menyampaikan beberapa keuntungan menggunakan ekstrak daun sirih dalam membasmi jentik nyamuk adalah :
1.      Ekstrak daun sirih merupakan bahan alternatif ramah lingkungan yang dapat membasmi jentik nyamuk.
2.      Ekstrak daun sirih merupakan bahan yang alami sehingga tidak memiliki efek samping yang dapat mencemari air maupun bagi yang menkonsumsinya.
3.      Daun sirih merupakan tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah sehingga mudan untuk didapatkan.
4.      Penggunaan daun sirih memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena tidak perlu mengeluarkan biaya.
5.      Semua kalangan dapat meracik sendiri ekstrak daun sirih sehingga dapat membuat sendiri dirumah untuk membasmi jentik nyamuk, namun juga tetap melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) untuk mencegah jentik nyamuk yang dapat berkembang menjadi nyamuk yang membawa virus demam berdarah.

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
1.   Daun sirih merupakan bahan alternatif alami yang dapat membasmi jentik nyamuk. Daun sirih pun mudah didapat dan tidak berbahaya dalam penggunaannya. Kandungan senyawa alkaloid yang terdapat pada daun sirih berfungsi untuk membasmi jentik-jentik nyamuk.
2.    Perbedaan pada konsentrasi 20% dengan 10% adalah pada konsentrasi 20% lebih cepat bereaksi dalam membasmi jentik nyamuk dibanding dengan konsentrasi 10% lebih lama bereaksi dalam membasmi jentik nyamuk.

5.2 Saran
Saran-saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Diharapkan kepada masyarakat agar menggunakan daun sirih untuk membasmi jentik-jentik nyamuk di sekkitar rumah.
2.      Kepada pembaca yang tertarik dengan penelitian ini diharapkan untuk meneliti lebih lanjut tentang kegunaan daun sirih sehingga dapat diketahui lebih jelas manfaat ekstrak daun sirih untuk membasmi jentik nyamuk. 
3.      Dalam penelitian ini pemanfaatan ekstrak daun sirih sebagai ekstrak cair hanya untuk membuktikan bahwa daun sirih memang bermanfaat digunakan sebagai bahan alternatif dalam membasmi jentik nyamuk, maka dari itu perlu dilakukan peninjaun yag lebih lanjut untuk dapat mengubah dauh sirih menjadi ekstrak padat berupa serbuk seperti abate sehingga akan lebih praktis dalam pemanfaatanya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Air. id.wikipedia.org
Anonim. 2014. Bank sampah. id.wikipedia.org
Madiarta. 2014 Warga Ancam Tutup TPS di Kaliasem. www.balipost.com
Salim Randy. 2013. Bank Sampah di Indonesia : Menabung, Mengubah Prilaku.  blogs.worlbank.org
Anonim. 2012. Alkaloid. id.wikipedia.org
Heru Priyandhi Utama. 2009. Amankah Penggunaan Abate ?. www.kulinet.com
Engkus Kusmana. -. Awas, Ternyata Abate Berbahaya!. www.obatherblalami.com
Jojome. 2012. Metamorfosis : Dari Dalam Air Muncul Ke Udara. www.jojome.wordpress.com
Anonim. 2012. Daur Hidup Hewan. www.asagenerasiku.blogspot.com
AA Ariwibowo. 2011. Abate Kurang Efektif Untuk Pemberantasan Jentik Nyamuk. www.antaranews.com


Daftar Riwayat Hidup
Penulis
Nama                                 : Kadek Haripriya Dewi
TTL                                   : Denpasar Selatan, 7 Pebruari 1999
Alamat                              : Jalan Gelogor Indah 1A/12, Gelogor Carik, Pemogan
No. Hp.                             :085792055981
E-mail                                : maregaonbimegamipuriya@yahoo.co.id
Karya Tulis yang pernah di buat :
1.      Pemanfaatan Daun Sirih Sebagai Pengusir Semut Yang Ramah Lingkungan.
2.      Pemanfaatan Lidah Buaya Sebagai Obat Bekas Luka. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ATASI PERMASALAHAN SAMPAH DI PEDESAAN BALI DENGAN PROGRAM KOPERASI SAMPAH BERKONSEP BANK SAMPAH