PENERAPAN BHAGAVAD GITA BAGI REMAJA DI BALI SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA

LOMBA ESSAI
FESTIVAL BHAGAVAD GITA II TAHUN 2015
FESTIVAL BHAGAVAD GITA II TAHUN 2015
PENERAPAN
BHAGAVAD GITA BAGI REMAJA DI BALI
SEBAGAI MEDIA
PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA
SEBAGAI MEDIA
PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA
Diusulkan Oleh :
KADEK HARIPRIYA DEWI
SMP NEGERI 4 DENPASAR
KOTA DENPASAR
TAHUN 2015
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS
SISWA
Judul Karya : Penerapan Ajaran Bhagavad Gita Bagi Remaja di Bali Sebagai Media Pembentukan Karakter Siswa.
Identitas
Penulis :
Nama Peserta : Kadek Haripriya Dewi
Asal Sekolah
: SMP Negeri 4 Denpasar
Dengan ini penulis menyatakan bahwa memang benar karya tulis dengan judul
yang tersebut diatas merupakan karya orisinal penulis dan belum pernah dipublikasikan atau dilombakan di luar
kegiatan Lomba Essay Ilmiah yang dalam rangka Festival Bhagavad
Gita II Tahun 2015 serta tidak
mengandung unsur Plagiatisme didalamnya.
Demikian pernyataan ini penulis buat dengan sebenarnya, dan apabila terbukti terdapat
pelanggaran di dalamnya, maka penulis siap untuk didiskualifikasi dari kompetisi ini sebagai
bentuk tanggung jawab.
Denpasar, 20
Pebruari 2015
PENERAPAN AJARAN BHAGAVAD GITA
BAGI REMAJA DI BALI
SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA
BAGI REMAJA DI BALI
SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA
Oleh : Kadek Haripriya Dewi
SMPN
4 DENPASAR
Dewasa
ini, remaja memegang peranan penting dalam globalisasi. Remaja memiliki
tanggung jawab yang besar bagi suatu bangsa. Dengan adanya remaja yang
berkarakter berbudi pekertiluhur maka akan melahirkan suatu bangsa yang semakin
baik kedepannya. Namun, kaum remaja masa kini khususnya di Bali memiliki
karakter yang terbilang buruk. Ada banyak sekali kasus yang disebabkan oleh
remaja-remaja yang memiliki karakter buruk, seperti : mabuk-mabukan,
kebut-kebutan, memakai narkoba, seks bebas, dan lainnya. Dimana prilaku ini
akan memunculkan karakter remaja yang akan menghasilkan generasi penerus bangsa
yang buruk dan tidak akan bisa membawa bangsa ini maju kedepan.
Karakter
remaja yang buruk dapat di sebabkan oleh beberapa hal, yakni sebagai berikut.
1.
Faktor Internal
a.
Kontrol diri yang lemah : Remaja yang tidak bisa mempelajari
dan membedakan tingkah laku yang baik dengan yang tidak baik akan terseret pada
perilaku buruk.
2. Faktor Eksternal
a.
Kondisi keluarga yang berantakan
dapat memicu karakter remaja yang kurang baik. Hal ini dikarenakan pada
keluarga yang berantakan remaja akan tidak mendapatkan perhatian, sehingga
remaja cenderung mencari perhatian di luar dengan melakukan hal-halnya yang
dianggapnya benar.
b.
Lingkungan atau tempat tinggal
yang buruk.
c.
Pergaulan yang salah juga memicu
terjadinya karakter remaja yang buruk.
Apabila karakter remaja yang buruk
dibiarkan begitu saja, maka adapun dampak negatif yang didapat, yakni remaja
akan dikucilkan oleh masyarakat karena dianggap kehadirannya menggaanggu atau
mengancam keadaan di lingkungan masyarakat, selain itu juga akan berdampak
terhadap kelangsungan bangsa dan negara dimana bangsa akan menjadi lemah
karenanya. Maka dari itu perlu penanganan terhadap permasalahan karakter remaja
agar dapat menciptakan karakter remaja yang berbudi pekerti luhur.
Salah satu cara menangani
permasalahan remaja yakni melalui penerapan kitab Bhagavad Githa. Bhagavad Gita
tentu sudah tidak asing bagi masyarakat Bali utamanya umat Hindu. Namun, jarang
sekali masyarakat membaca kitab suci ini. Padahal pada kitab suci, masyarakat
diajarkan untuk melakukan ajaran-ajaran kebaikan dan mnghindari ajaran-ajaran
yang kurang baik, seperti sloka berikut ini.
1. Bab XVII Sloka 14:
Deva-dvija-guru-prajna
Pujanam
saucam arjuvam
Brahmacaryam
ahimsa ca
Sariram
tapa ucyate
Artinya:
Melakukan pemujaan sepantasnya kepada para Dewa,
para Brahmana, guru spiritual (bapak, ibu), menjaga kebersihan, kesederhanaan,
berpantang hubungan seksual dan tidak melakukan kekerasan, semua ini dikatakan
sebagai pertapaan badan.
2. Bab XVII Sloka 15:
Anudvega-karam
vakyam
Satyam
priya-hitam ca yat
Svadhyayabhyasanam
caiva
Van-mayam tapa ucyate
Artinya:
Kata-kata yang tidak menyebabkan perasaan orang lain
terganggu, jujur, menyenangkan dan mengandung kebaikan serta kata-kata yang
dipergunakan untuk belajar serta mempraktekkan pembacaan kitab suci Veda, semua
itu dikatakan sebagai pertapaan kata.
3. Bab XVII Sloka 16:
Manah-prasadah
saumyatvam
Maunam
atma-vinigrahah
Bhava-samsuddhirity
etat
Tapo
manasam ucyate
Artinya:
Pikiran yang puas dalam segala keadaan, kesadaran
yang menyejukkan, suka merenung, suka mengendalikan pikiran, berusaha
sepenuhnya menyucikan pikiran, semua itu dikatakan sebagai pertapaan pikiran.
Pada ketiga Sloka tersebut dapat di jelaskan bahwa, ketiga-tiganya menguraikan
tentang ajaran Tri Kaya Parisudha yaitu Tri berarti tiga, kaya berarti prilaku
atau sifat, dan parisudha berarti disucikan. Jadi Tri Kaya Parisudha berarti
tiga sifat atau prilaku yang disucikan. Ketiga sifat suci tersebut yaitu
Manacika (berpikir yang baik), Wacika (berkata yang baik), Kayika (bertingkah
laku yang baik).
Pengendalian diri ajaran Tri Kaya Parisudha yaitu pada manacika (pikiran
yang baik), manusia diajarkan untuk tidak menginginkan sesuatu yang tidak
halal, tidak berpikir buruk terhadap orang lain, tidak mengingkari hukum Karma
Phala. Pengendalian diri pada wacika (berkata yang baik), manusia diajarkan
untuk tidak mencaki maki orang lain, tidak berkata-kata kasar pada orang lain,
tidak memfitnah, dan tidak ingkar terhadap janji. Kemudian pengendalian diri
pada kayika (berbuat yang baik), manusia diajarkan untuk tidak menyiksa makhluk
lain, tidak membunuh, tidak curang dan tidak berzinah atau melakukan hubungan
seksual diluar nikah.
(Sitya,
2013).
Berdasarkan sumber diatas, sudah jelas bahwa dengan
menerapkan ajaran Bhagavad Gita akan membangun karakter remaja yang baik. Dimana
kitab suci sendiri mengandung berbagai macam ajaran-ajaran yang mendorong
umatnya untuk melakukan hal yang baik dan menghindari hal yang buruk. Diharapkan agar remaja-remaja
khususnya remaja di Bali untuk lebih giat dalam mempelajari kitab Bhagavad Gita
dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak terjerumus
kedalam hal-hal negatif. Selain itu, peran keluarga dan lingkungan sekitar untuk
mendukung penerapan ini
sangat diperlukan agar penerapan ajaran Bhagavad Gita dapat dilaksanakan dengan
baik sehingga mendapatkan
remaja dengan
karakter
berbudi pekerti yang luhur.
DAFTAR PUSTAKA
Nuraeni, Dini.
2014. Dampak Dari Kenakalan Remaja. http://m.kompasiana.com/post/read/643516/2/dampak-dari-kenakalan-remaja.html
Sitya, Luh.
2013. Ajaran Suci Tuhan dan Berbagai
Penekaan yang Terdapat Dalam Bhagavad Githa. http://sitya10.blogspot.com/2013/09/makalah-bhagavad-gita-4-ajaran.html
Daftar Riwayat Hidup
Penulis
Nama Lengkap : Kadek
Haripriya Dewi
Tempat dan
Tanggal Lahir : Denpasar,
7 Februari 1999
Alamat :
Jl. Gelogor Indah IA No. 12 Denpasar
Selatan
Selatan
No. Hp/Telp :
085792968850 / (0361) 499283
Sekolah :
SMPN 4 Denpasar
E-mail :
maregaonbimegamipuriya@yahoo.co.id
Karya Ilmiah
yang Pernah Dibuat :
1. Pemanfaatan
Ekstrak Daun Sirih sebagai Alternatif alami yang Ramah Lingkungan untuk
Membasmi Jentik Nyamuk
2. Pemanfaatan
Daun Sirih sebagai Pengusir Semut
3. Penegasan
Sistem Zonasi Dalam Mengatasi Pemukiman Kumuh di Kota Denpasar
4. Dukung
Pelaksanaan Kurikulum 2013 Melalui Pendidikan Jasmani Demi Terciptanya Karakter
Siswa Berbudi Pekerti Luhur
5. Pengaruh
Ekstrak Daun Sirih Sebagai Bahan Alternatif Ramah Lingkungan Untuk Mengusir
Semut Merah
6. Pemanfaatan
Ekstrak Kulit Jeruk Bali Sebagai Alternatif Membasmi Jentik Nyamuk
7. Mengadaptasi
Upaya Masyarakat Peru Dalam Mengatasi Kekurangan Air
Penghargaan yang
Pernah Diraih : 1. Juara III LKTI
Disdikpora Kota Denpasar Tahun 2013
2. Juara III
LKTI SMAN 1 Kuta Utara Se-Bali Tahun 2012
3. Juara Harapan
II Essay Universitas Hindu Se-Bali Tahun 2013
4. Juara III
LKTI Pameran Disdikpora Kota Denpasar Tahun 2013
5. Juara Harapan
LKTI SMAN 3 Denpasar Se-Bali 2014
6. Juara II
Essay SMAN 8 Denpasar Se-Bali 2014
Komentar
Posting Komentar