EFEKTIFITAS CAMPURAN BONGGOL PISANG KEPOK ( Musa acuminata a balbisiana colla ) DENGAN DAUN LIDAH BUAYA ( Aloe vera, sp ) SEBAGAI BIOGAS ALAMI YANG RAMAH LINGKUNGAN

KTI IARC 2016


EFEKTIFITAS CAMPURAN BONGGOL PISANG KEPOK
( Musa acuminata a balbisiana colla ) DENGAN DAUN
LIDAH BUAYA ( Aloe vera, sp ) SEBAGAI BIOGAS
ALAMI YANG RAMAH LINGKUNGAN



Disusun Oleh :
Naura Alifia H (12729)
 Ni Ketut Pradnyasari Kartika (12722)
Nabila Tsana Budi Sholikin (12715)





SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 5 DENPASAR
DENPASAR
2016


KATA PENGANTAR



Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dengan didorong oleh keinginan luhur maka kami dari Kelompok KIR SMA NEGERI 5 Denpasar dapat menyelesaikan hasil penelitian yang berjudul : “Efektifitas Campuran Boggol Pisang Kepok ( Musa acuminata a balbisiana colla ) Dengan Daun Lidah Buaya ( Aloe vera, sp ) Sebagai Biogas Alami Yang Ramah Lingkungan”
        Kami menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kami sajikan dalam karya tulis ilmiah ini masih belum sempurna. Hal ini disebabkan karena wawasan dan pengetauan yang kami miliki masih sangat terbatas. Namun kami tetap merasa bangga karena hasil penelitian ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang kami rencanakan.
            Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala SMA Negeri 5 Denpasar karena telah memberikan kami ijin untuk mengikuti lomba ini. Demikian pula ucapan terima kasih ini kami sampaikan kepada Bapak Pembina KIR SMA Negeri 5 Denpasar yang juga telah banyak memberikan pandangan dan pembinaan sehingga karya tulis ini bisa terwujud dengan baik.
            Demikian sepatah kata pengantar yang bisa kami sampaikan bila ada hal-hal yang kurang berkenan kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Untuk selanjutnya semua permasalahan kami serahkan kepada Dewan Juri yang terhormat.





                                                                                     Denpasar, 07 maret 2016

                                                                                                   Peneliti










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ ii
LEMBAR PERNYATAAN................................................................................... iii
KATA PENGANTAR........................................................................................... iv
DAFTAR ISI........................................................................................................... v
ABSTRAK............................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang............................................................................................. 1
1.2    Rumusan Masalah........................................................................................ 1
1.3    Tujuan Penelitian.......................................................................................... 2
1.4    Manfaat Penelitian....................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................ 3
2.1    Mengenal Tanaman Pisang........................................................................... 3
2.2    Mengenal Tanaman Lidah Buaya................................................................. 4
2.3    Mengenal Biogas.......................................................................................... 5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.............................................................. 7
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian....................................................................... 7
3.2 Jenis san Sumber Data................................................................................... 7
3.3 Objek Penelitian............................................................................................ 8
3.4 Teknik Pengumpulan Data............................................................................ 8
3.5 Teknik Penyajian Data.................................................................................. 8
3.6 Teknik Analisis Data..................................................................................... 9
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................... 10
4.1    Campuran Boggol Pisang Kepok (Musa acuminata a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) Sebagai Biogas Alami Yang Ramah Lingkungan.................................................................................... 10
4.2    Pembuatan Biogas Dari Campuran Boggol Pisang Kepok(Musa acuminata a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp)............10
4.3    Efektivitas Bonggol Pisang (Musa acuminata a balbasiana colla) dan Lidah Buaya (Aloe vera, sp) Sebagai Biogas............................................12
BAB V SIMPULAN DAN SARAN.................................................................... 15
1.1     Simpulan.................................................................................................... 15
1.2     Saran-saran................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP (biodata)
LAMPIRAN-LAMPIRAN









































ABSTRAK


Efektifitas Campuran Bonggol Pisang Kepok (Musa acuminat a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya  ( Aloe vera, sp ) Sebagai Biogas Alami yang Ramah Lingkungan
Oleh :
Naura Alifia, Pradnyasari Kartika, Nabila Tsana
Siswa SMA Negeri 5 Denpasar

Dalam upaya mengatasi kekurangan bahan  bakar minyak berbahan fosil, banyak masyarakat telah mengambil inisiatif untuk menciptakan bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam nabati. Seperti yang dikembangkan oleh siswa KIR SMA Negeri  5 Denpasar yakni dalam upaya membantu pemerintah mengatasi kekurangan bahan bakar fosil maka diciptakan bahan bakar alternatif dalam wujud “ Biogas “ yang bahan bakunya berasal dari bonggol pisang kepok yang dicampur dengan daun lidah buaya.
Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan dan mengembangkan bahan bakar alternatif dalam bentuk biogas yang bahan – bahannya berasal dari nabati yakni dari bonggol pisang kepok ( Musa acuminat a balbisiana colla ) dan daun lidah buaya ( Aloe vera, sp ) yang banyak tersedia pada lingkungan di sekitar kita. Metodologi penelitian ini meliputi : tempat dan waktu penelitian, jenis dan sumber data, objek penelitian, teknik pengumpulan, penyajian, dan analisis data.
Hasil penelitian pada karya tulis ini adalah : (1) Memaparkan suatu permasalahan bahwa bonggol pisang kepok dan lidah buaya dapat dijadikan bahan bakar alternatif dalam wujud biogas. (2) Memaparkan proses pembuatan biogas berbahan nabati yaitu dari bongol pisang kepok yang dicampur dengan daun lidah buaya yang cukup tersedia pada lingkungn masyarakat. (3) Memaparkan permasalahan tentang efektifitas dari biogas berbahan bonggol pisang kepok dan lidah buaya dalam kehidupan sehari – hari.

Kata kunci : Bonggol Pisang Kepok ( Musa acuminat a balbisiana colla ),
        Daun Lidah Buaya ( Aloe vera, sp ), Biogas










BAB I
PEDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerob atau fermentasi dari         bahan-bahan organik termasuk diantaranya: kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga) atau sampah-sampah biodegredable dalam kondisi anaerob. Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerob sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegredeble kerena bahan bakar dapat dihasilkan sambil mengurai dan sekaligus mengurangi limbah buangan. Metana dalam biogas bila terbakar akan relatif lebih bersih dari pada batu bara dan menghasilkan energi lebih besar dengan emisi karbondioksida yang lebih sedikit. Pemanfaatan biogas memegang peran penting dalam menejemn limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbondioksida. Karbon dalam gas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer atau fotosintesis tanaman sehingga bila di lepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil .
Bogas merupakan energi alternatif yaang perlu dikembangkan di masyarakat. Di jaman sekarang membuat bigas tidaklah sulit dan cukup didasarkan atas kepedulian, kemauan, keterampilan, dan ada upaya menggunakan sumber-sumber daya alam, sampah atau limbah untuk dijadikan biogas sebagai energi alternatif. Seperti hal nya kelompok KIR SMA Negeri 5 Denpasar mencoba menciptakan biogas yang bahan-bahannya berasal dari organik seperti limbah-limbah dari sayur-sayuran yang dicampur dengan bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla)  dan  daun lidah buaya (Aloe vera ,sp ) dimana
1.2    Rumusan Masalah
Setelah memahami latar belakang di atas maka ada rumusan masalah yang dapat diungkapkan, antara lain:
1)         Mengapa bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla)  dengan daun lidah buaya (Aloe vera ,sp )dapat dijadikan biogas alami yang ramh lingkungan?
2)         Bagaimana proses pembuatan biogas dari bonggol pisang kepok (Musa acuminta a balbasiana) dan daun lidah buaya (Aloe vera, sp) tersebut?
3)         Bagaimana efektifitas biogas dari bonggol pisang kepok (musa acuminata a balbasiana colla) dan daun lidah buaya ( Aloe vera, sp) sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
1.3    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dalam karya tulis ini antara lain:
1)      Untuk mengetahui peranan bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla) dan daun lidah buaya (Aloe vera, sp) sebagai biogas yang bersifat alami dan ramah lingkungan.
2)      Untuk mengetahui proses pembuatan biogas berbahan bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla)  dengan lidah buaya (Aloe vera, sp).
3)      Untuk mengetahui efektifitas biogas berbahan bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla)  dengan lidah buaya (Aloe vera, sp) sebagai biogas yang menunjang kehidupan sehari-hari.
1.4     Manfaat Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian dalam karya tulis ini adalah antara lain:
1)         Memiliki peranan dalam mengurangi tingkat pengguanaan bahan bakar fosil, sehingga secara tidak langsung berdampak sangat baik terhadap lingkungan.
2)         Bagi lingkungan pembuatan bahan bakar bio ini dapat mengurangi jumlah limbah. Hal ini dikarenakan bahan bakar bio ini terbuat dari limbah organik. Sehingga dengan kata lain, limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
3)         Bagi masyarakat biogas ini dapat mengheman pengeluaran biaya yang biasa masyarakat harus membeli bahan bakar minyak untuk kebutuhan sehari-hari.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA


2.1  Mengenal Tanaman Pisang Kepok ( Musa acuminata a balbasiana colla )
Pisang Kepok merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di Indonesia. Pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla) merupakan jenis pisang olahan yang paling sering diolah terutama dalam olahan pisang goreng dalam berbagai variasi, sangat cocok diolah menjadi keripik, buah dalam sirup, aneka olahan tradisional, dan tepung. Pisang dapat digunakan sebagai alternatif pangan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat menggantikan sebagian konsumsi beras dan terigu.
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae ( Tumbuhan )
Divisi               : Magnoliophyta ( Tumbuhan biji tertutup )
Kelas               : Liliopsida ( Berkeping satu )
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Musaceae ( Suku anggota tumbuhan berbunga )
Genus              : Musa
Spesies             : Musa acuminata
Pisang kepok memiliki kulit yang sangat tebal dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda cokelat, serta daging buahnya manis. Pisang kepok tumbuh pada suhu optimum untuk pertumbuhannya sekitar 270C dan suhu maksimum 38 0C. Bentuk buah pisang kepok agak gepeng dan bersegi. Ukuran buahnya kecil, panjangnya 10-12 cm dan beratnya 80-120 gram. Pisang kepok memiliki warna daging buah putih dan kuning. Adapun gambar buah pisang kepok ( Musa acuminata a balbasiana colla ) dapat dilihat pada Gambar 1.













Gambar 1. Buah pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla .


2.2  Mengenal Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera, sp)

Lidah Buaya merupakan tanaman yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu silam. Tumbuhan lidah buaya dapat tumbuh dan mudah dijumpai di daerah beriklim tropis sampai kondisi daera`h kering seperti di Afrika. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara di Eropa, tanaman lidah buaya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Di Indonesia tumbuhan ini  sering digunakan sebagai bahan baku industri farmas, kosmetika, bahan makanan dan minuman kesehatan


                        Klasifikasi
Kingdom                                 : Plantae
Subkingdom                            : Tracheobionta
Super Divisi                            : Spermatophyta
Divisi                                       : Magnoliophyta
Kelas                                       : Liliopsida
Ordo                                        : Asparagales
Famili                                      : Asphodelaceae
Genus                                      : Aloe
Spesies                                    : Aloe vera L






Gambar 2 :  Lidah Buaya

 

Lidah buaya biasa hidup di tempat yang memiliki suhu panas atau biasa di tanam di dalam pot ataupun di pekarang rumah untuk dijadikan tanaman hias. Lidah buaya memiliki daun yang agak runcing berupa taji, tidak tebal, getas, pinggirnya bergerigi/ berduri kecil, permukaannya berbintik-bintik, panjangnya mencapai 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya mencapai 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga).
2.3  Mengenal Biogas
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobic atau fermentasi  dari bahan-bahan organik termasuk di antaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.
Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobic sangat popular digunakan untuk mengolah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil mengurai dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. Metana dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih dari pada batu bara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila di bandingkan dengan karbon dioksida. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila di lepasan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer bila di bandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil
      Saat ini, banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah. India dan Cina merupakn contoh negara yang sudah berinvestasi secara ekstensif dalam teknologi biogas untuk menyediakan bahan bakar bagi warga mereka. Sedangkan di Indonesia  masih terbatas pada daerah-daerah tertentu.






















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Lingkungan  SMAN 5 Denpasar yang beralamatkan di Jalan snitasi No 2 Sidakarya, Denpasar. Sedangkan waktu yang dibutuhan untuk melakukan penelitian selama 1 bulan dari tanggal 7 Februari hingga 7 Maret 2016. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap pengumpulan dta sampai dengan pengolahan data serta penyampaian kesimpulan.
3.2 Jenis dan Sumber Data
1) Jenis Data
            Jenis data ada dua bentuk, yaitu data penelitiian kuantitafif dan data penelitian kualitatif. Data kuantitatif adalah penelitian yang lebih banyak mengungkapkan masalah pemaparan angka-angka. Sedangkan data kualitatif yaitu data yang tidak dapat diukur dengan satuan hitung tertentu dan biasanya berupa penjelasan yang berhubungan dengan data yang digunakan untuk mendukung kelengkapan data yang berupa uraian-uraian (Riduwan,  2004:73). Dalam penelitian karya tulis ilmiah ini digunakan jenis data kualitatif dimana data-data hasil penelitian ini diperoleh melalui proses pengamatan yang kemudian masalah ini di paparkan, didiskripsikan serta diungkapkan sesuai dengan data di lapangan.
2) Sumber Data
            Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh melalui penelitian secara langsung, sedangkan sumber data sekunder yaitu data-data yang bersumber dari beberapa literatur, catatan-catatan, dokumentasi, laporan, makalah, dan lain sebagainya. Data sekunder ini digunakan untuk mengidetifikasikan data lapangan dan memverivikasikan data yang diperoleh. Sesuai penelitian data primer ini diperoleh melalui observasi lapangan dan data sekunder diperoleh dari penggunaan literatur-literatur, catatan dan beberapa dokumen yang dapat mendukung penelitian ini.

3.3 Objek Penelitian
            Objek penelitian dalam karya tulis ilmiah ini adalah ekfektifitas campuran bonggol pisang kepok (Musa acuminata a balbasiana colla) dengan daun lidah buaya (Aloe vera,sp) sebagai biogas alami yang ramah lingkungan.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
    Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari:
a.       Teknik Eksiemen, yaitu data diambil dengan melakukan kegiatan eksperimen / percobaan langsung
b.      Teknik Observasi, yaitu melakukan kunjungan ke suatu tempat untuk memperoleh data-data sesuai tujuan dan keperluan.
c.       Teknik Interview, yaitu data-data yang diperoleh dan dikumpulkan melalui kegiatan wawancara dengan beberapa informan yang memahami permasalahan sesuai dengan judul yang diangkat peneliti.
d.      Teknik Pustaka, yaitu beberapa data diperoleh dari beberapa buku / literature yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.
e.       Teknik Dokumentasi, yaitu data-data dalam penelitian yang diperoleh dari beberapa dokumen yang tersedia yang dapat menunjang kebutuhan dalam penelitian.


3.5 Teknik Penyajian Data
            Teknik penyajian data dalam penelitian ini ada tiga langkah yang digunakan untuk memperjelas permasalahan, yaitu:
a.       Mereduksi Data, yaitu perangkuman data dan kemudian melakukan penilaian terhadap hal-hal pokok dan penting sesuai dengan rumusan masalah.
b.      Penyajian Data, yaitu data-data yang diperoleh kemudian dipaparkan yang disertai dengan beberapa argument dari peneliti.
c.       Penyimpulan dan Verivikasi Data, yaitu simpulan yang diungkap kemudian diverivikasi berdasarkan teori dan konsep serta disesuaikan dengan kenyataan yang ada baik melalui eksperimen maupun di lapangan.
3.6 Teknik Analisis Data
            Teknik analisis data ada dua jenis yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Dalam penelitian ini digunakan analisis data secara kualitatif yang merupakan suatu telaah dari suatu gejala objektif sesuai dengan data kepustakaan daan lapangan yang menjadi objek penelitian. Dalam teknik deskriptif ini digunakan langkah-langkah yang berupa:
a.       Teknik Induktif, yaitu urian khusus yang didahului dengan data-data hasil di lapangan sebelum menarik sebuah kesimpulan.
b.      Teknik Deduktif, yaitu uraian yang didahului dengan data-data yang bersifat umum yang kemudin menyempit sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.
Teknik Argumentatif, yaitu memberikan komentar, penjelasan, uraian terhdap bahan yang terkaji pada saat menarik sebuah kesimpulan.























BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4  Campuran Boggol Pisang Kepok (Musa acuminata a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) Sebagai Biogas Alami Yang Ramah Lingkungan.
Bonggol pisang kepok ( Musa acuminata a balbisiana colla ) dan  Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) ternyata mempunyai fungsi yang cukup banyak dalam kehidupan manusia. Bonggol pisang kepok ( Musa acuminata a balbisiana colla ) dan daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) yang tidak asing dimata masyarakat dalam kehidupan sehari-hari selain berfungsi sebagai jenis tanaman yang bemanfaat sebagai bahan pangan dan makanan ternak. Dilingkungan masyarakat bonggol pisang kepok ( Musa acuminata a balbisiana colla ) dan daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) ini sering sekali terbuang dan sering membusuk begitu saja sehingga mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan lingkungan hidup.
Disatu sisi tanaman Boggol Pisang Kepok (Musa acuminata a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp) sering digunakan oleh masyarakat disamping selain sebagai pangan sering juga dijadikan obat tradisional pada kulit.

4.5  Pembuatan Biogas Dari Campuran Boggol Pisang Kepok (Musa acuminata a balbisiana colla) dengan Daun Lidah Buaya (Aloe vera, sp).
Berdasarkan hasil percobaan, ternyata membuat biogas dari campuran boggol pisang kepok (Musa acuminata a balbisiana colla) dengan daun lidah buaya (Aloe vera, sp) tidak memerlukan teknologi yang tinggi dan tidak memerlukan biaya yang banyak. Bahannya pun dapat dicari pada lingkungan hidup di sekitar kita terutama bagi kehidupan masyarakat pedesaan nampaknya sangat mudah mendapatkan bahan baku seperti bonggol pisang kepok dan daun lidah buaya ini.
Dalam percobaan ini dimana digunakan bahan berupa limbah dan alatnya pun berupa limbah pula. Bonggol pisang kepok dan daun lidah buaya ini biasanya sering dibiarkan begitu saja oleh petani sehingga menjadi limbah di lingkungan. Sedangkan alat yang digunakan juga berasal dari limbah tabung Freon yang sudah tidak dapat digunakan lagi sesuai kebutuhan sehingga tabung ini dapat diperbaiki dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai tabung tempat fermentasi yang menghasilkan gas metana seperti biogas.
A.    Alat dan Bahan
  Alat-alat :                                                                                              
1)      Tabung sederhana (tabung freon bekas) untuk pembuatan biogas.
2)      Timbangan
3)      Pisau
4)      Alat ukur
Bahan-bahan :
1)      Limbah Buah maja sebanyak 5kg
2)      Ragi
3)      Air

B.     Cara Pembuatan Biogas
Campur semua bahan-bahan yang telah disiapkan. Taburkan ragi dan aduk hingga rata. Kemudian masukkan campuran bahan tersebut ke dalam tabung biogas. Biarkan campuran itu selama 24 jam dalam keadaan tertutup rapat. Kemuadian tuangkan air dan kemudian tutup kembali tabung tersebut tanpa ada udara yang bisa masuk. Tunggu  fermentasi itu selama 7-10 hari , maka biogas akan terbentuk sebagai energy yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.


4.6  Efektivitas Bonggol Pisang (Musa acuminata a balbasiana colla) dan Lidah Buaya (Aloe vera, sp) Sebagai Biogas
Berdasarkan hasil penelitian ternyata kemampuan bonggol pisang (Musa acuminata a balbasiana colla) dan lidah buaya () dicampur dengan limbah-limbah sayuran hijau, seyelah mengalami proses fermentasi selama 7 hari dapa menghasilkan gas metana ( CH4 ) dengan bukti ada api yang dapat menyala. Dalam penelitian campuran dari 0,5 kg bonggol pisang dan 0,5 daun lidah buaya + 0.25 limbah sayuran + 10 kg ragi roti + 1,5 liter air mempunyai efektivitas untuk memasak nasi 2 kali dengan jumlah takaran beras masing-masing 0.5 kg dalam waktu +- 15 menit.
Nyala api yang berasal dari biogas sangat tergantung dari hasil fermentasi. Semakin baik proses fermentasi yang terjadi pada tabung  semakin baik gas metana ( CH4 ) yang dihailkan dan semakin banyak nyala api yang digunakan dalam memasak nasi. Berikut dalam percobaan di bawah ini dipaparkan kefektivitasan bonggol pisang dan daun lidah buaya sebagai biogas dalam fungsinya untuk menanak nasi.
  Tabel 4.3
                                               Percobaan I
No
Campuran Bahan
Efektivitas Penggunaan
Waktu
1
Campuran A :
5 kg limbah buah maja 15 gram ragi roti
7,5 liter air
Dapat digunakan 2 kali menanak nasi dengan takaran beras 0,5 kg.
Kematangan tercapi masing-masing dalam waktu 50-52 menit.

                                    `           






Tabel 4.3.2
                                              Percobaan  II

No.
Campuran Bahan
Efektivitas Pengguanaan
Waktu
2
Campuran B :
7,5 kg bonggol pisang
20 gram ragi roti
9 liter air
Dapat digunakan 3 kali untuk menanak nasi dengan takaran beras 0,5 kg
Kematangan tercapai masing-masing dalam waktu 55 – 60 menit.


 Pembahasan :
1)      Dalam percobaan I
a.    Kematangan nasi memerlukn waktu 50 menit dalam penggunaan pertama.
b.   Kematangan nasi memerlukan waktu 52 menit dalam penggunan kedua.
Melembamnya ematangan pada nasi pad percobaan kedu ( 52 menit )
Disebabkan karena mulai melemahnya efektivitas CH4 dalam tabung, sehingga kemampuan api dalam member reaksi juga akan melemah..
2)      Dalam percoaan II
a.       Kematangan nasi memerlukan waktu 55 menit dalam penggunaan pertama.
b.      Kematangan nasi memerlukan waktu 58 menit dalam penggunaan kedua.
c.       Kematangan nasi memerlukan waktu 60 menit dalam penggunan ketiga.
Jika dibandingkan percobaan I reaksi dalam pematangan terjadi lebih lambat pada percobaan kedua, hali ini disebabkan karena semakin banyak bahan yang digunakan maka proses fermentasi semakin lambat sehingga memerlukan waktu lebih dari 7 hari untuk menghasilkan  CH4 yang lebih baik dan lebih banyak. Jadi, walaupun ada perbedaan waktu dalam kefektivan terhadaap kematangan nasi, namun dalam hal ini yang perlu disampaikan adalah bahwa limbah bonggol pisang (Musa acuminata  a balbasiana colla) dan daun lidah buaya             (Aloe vera, sp) cukup efektif ebagai bahan biogas yang mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan.























BAB V
SIMPULAN DAN SARAN-SARAN
5.1       Simpulan
5.1.1    Limbah Buah Maja dapat dijadikan biogas  mengandung hemi selulosa dan selulosa yang di hidrolisis menjadi glukosa yang akan menghasilkan gas metana (CH4).
5.1.2    Pembuatan biogas sebagai energi alternatif dapat dilakukan dengan mencampurkan bonggol pisang kepok daun lidah buaya dan ragi serta limbah sayuran yang dilanjutkan dengan proses fermentasi untuk menghasilkan gas metana (CH4).
5.1.3    Biogas berbahan bonggol pisang kepok dan daun lidah buaya cukup efektif digunakan sebagai energi. Hal ini dapat ditunjukan dari campuran 0,5
5.2       Saran-saran
5.2.1    Diharapkan generasi muda dapat mengembangkan kreatifitas dengan menciptakan biogas dengan bahan-bahan organik untuk menghemat biaya dalam kehidupan sehari-hari.
5.2.2    Masyarakat diharapkan mengembangkan biogas dengan lebih memperhatikan sumber daya alam yang ada di sekeliling dan berupaya memanfaatkan limbah dengan tujuan turut serta dalam meningkatkan kesadaran terhadap pencemaran lingkungan.










DAFTAR PUSTAKA
Hendra, P. 2003 Biogas Sebagai Energi Terbarukan. Denpasar: Makalah Biologi IKIP. Denpasar
Indiza. 2006. Mengenal Tanaman Apu-apu. Jakarta: Kineka Jaya.
Kazana, R. 2001. Energi Ramah Lingkungan. Surabaya: Pustaka Kencana
Mahardya.S .2008. Tanaman Penghasil Energi Alami. Denpasar: Diktat Lingkungan
SMAN 5 Denpasar
Opie, Rachmat, 2011. Biogas Ramah Lingkungan.Denpasar: Makalah Lingkungan.
SMAN 5 Denpasar
























LAMPIRAN-LAMPIRAN













Lampiran 1:

INSTRUMEN

1.      Mengapa tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes, L) dapat dijadikan biogas alami ramah lingkungan?
2.      Apa fungsi dari limbah sayur dalam proses pembuatan biogas dari Apu-Apu (Pistia stratiotes, L)?
3.      Seberapa jauh efektivitas dari tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes, L) sebagai biogas dalam manfaatnya sehari-hari?
4.      Apa dampak positif dan negative dari biogas dari tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes, L)?





Lampiran 3:
INFORMAN
1.         Drs. A. A. Dalem Mahendra
Guru Biologi SMA N 5 Denpasar
2.         Drs. I Wayan Suastika
            Guru Biologi SMA N 5 Denpasar
3.         Drs. Ni Ketut Masriani
            Guru Biologi SMA N 5 Denpasar
4.         Dra. Siluh Nuriati. M.Pd
            Guru Biologi SMA N 5 Denpasar
5.         Dra. A. A Rai Miyati. M. Pd
            Guru Kimia SMA N 5 Denpasar
6.         Gede Sandi. S. Pd, M. Pd
            Guru Kimia SMA N 5 Denpasar



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

ATASI PERMASALAHAN SAMPAH DI PEDESAAN BALI DENGAN PROGRAM KOPERASI SAMPAH BERKONSEP BANK SAMPAH